Iqbal dan Subekti
adalah dua orang yang sedang kelaparan. Keduanya sangat membutuhkan makanan
untuk meneruskan nafasnya. Iqbal saking tidak tahannya menahan lapar, ia nekat
mengambil getuk manis (makanan asli Yogya) kepunyaan Subekti yang kebetulan
dibeli sebelumnya di kantin FIAI. Tindakan Iqbal (walaupun dalam keadaan yang
sangat mengkhawatirkan baginya) tidak bisa dibenarkan, karena Subekti juga
mengalami nasib yang sama dengannya, yaitu kelaparan.
Ini termasuk "ad-dhorurotu
tubihul mahdhurot (darurat membolehkan sesuatu yang menyulitkan)"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar